Senin, 07 Juli 2014

Karya Ilmiah Remaja Tentang Facebook

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Penelitian
         Setelah Peneliti melakukan penelitian selama 3 minggu terhadap siswa  SMP Negeri 1 Weleri tentang penggunaan facebook , maka diperoleh hasil rekapitulasi kuesioner sebagai berikut:
       Tabel 1:Hasil Rekapitulasi Kuesioner
No
Variabel yang diteliti
ya
Persentase
1
Banyak remaja yang menggunakan facebook untuk berkomunikasi
109
64%
2
Menurunnya gairah belajar para siswa
73
43%
3
Maraknya penipuan sebagai dampak negatif penggunaan facebook
118
70%
4
Cara paling tepat untuk remaja agar dapat menggunakan facebook secara konsekuen
72
42,5%

B.     Pembahasan
1. Persentase remaja yang menggunakan facebook untuk berkomunikasi
Dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil sebanyak 64% remaja di SMP Negeri 1 Weleri yang menggunakan facebook untuk berkomunikasi. Hal ini dikarenakan pengaruh globalisasi yang semakin berkembang. Di antaranya,  kemajuan IPTEK yang semakin pesat, hal ini secara tidak langsung memaksa para siswa untuk mengikuti perkembangan arus globalisasi tersebut. Selain itu muncul anggapan di kalangan remaja bahwa seseorang yang tidak memiliki account facebook dicap anak yang jadul. Faktor lain yang menyebabkan meningkatnya jumlah pengguna facebook di kalangan remaja adalah adanya keinginan untuk berbagi informasi dengan individu lain, mulai dengan berbagi foto  maupun video. Selain itu, facebook juga dapat digunakan sebagai sarana diskusi, dan sarana bertukar pikiran. Perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan negara terbesar kedua di dunia dengan pengguna facebook terbanyak yaitu sekitar 35 juta orang.
Saat ini, facebook menjadi salah satu situs jejaring sosial yang populer di mata dunia. Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke 60 ke posisi 7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs public lain seperti flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.
Pada akhirnya, langkah yang diambil Zuckerberg tersebut sangatlah tepat, karena facebook terus berkembang dan pada tahun 2007 terdapat penambahan 200 ribu account baru per harinya. Lebih dari 25 juta user aktif  menggunakan facebook setiap harinya. Sampai pada tahun 2009, penghasilan facebook mencapai nominal 800 juta US dollar. Bahkan di tahun 2010 ini ditaksir angka itu akan melambung mencapai lebih dari 1 Milyar US dollar. Untuk jumlah pengguna, di tahun 2010 ini, menurut sumber terbaru sudah melebihi angka 500 juta user.
Kondisi ini membuat pengguna facebook di Indonesia meningkat setiap tahunnya, termasuk remaja di SMP Negeri 1 Weleri.
2.    Penurunan Gairah Belajar Para Siswa
Berdasarkan hasil penelitian kami sebanyak 43% siswa SMP Negeri  1 Weleri mengalami penurunan semangat belajarnya akibat dari penggunaan Facebook. Penurunan gairah belajar ini diakibatkan waktu untuk menggunakan facebook lebih banyak daripada waktu untuk belajar.  Mereka asyik jika sudah membuka facebook, fasilitas, dan situs-situs yang menarik. Hal ini membuat mereka betah berlama-lama di depan laptop, computer, maupun Hand Phone yang memiliki fasilitas facebook
Facebook merupakan sebuah situs jejaring sosial yang semakin hari semakin bertambah penggunanya. Hampir setiap orang mempunyai facebook. Penggunaan facebook dalam kehidupan sehari-hari mempunyai pengaruh pada si penggunanya, baik itu dampak positif maupun negatif. Apabila kita tidak cerdas dalam menyikapi situs jejaring sosial ini, bisa-bisa kita menjadi kecanduan facebook, dan layaknya candu. Apapun akan kita lakukan agar dapat menggunakan facebook.
   Bagi pelajar, facebook cenderung lebih banyak memberikan     dampak yang negatif. Hal ini membuat orang tua maupun guru merasa khawatir akan masa depan anak-anak mereka. Dampak negatif facebook bagi pelajar yang paling sering terjadi adalah timbulnya kemalasan belajar yang berujung pada penurunan prestasi belajar. Coba saja bandingkan lama waktu seorang pelajar saat membuka buku dengan lama waktu saat membuka facebook. Bahkan saat belajar pun  siswa selalu menyempatkan diri hanya untuk sekedar meng-update status atau menulis beberapa patah kata facebook temannya. Hal ini  mengakibatkan konsentrasi dalam belajar terganggu dan materi pelajaran yang sedang dipelajari pun tidak akan dipahami secara maksimal. Banyak berita yang memuat tentang permasalahan pelajar yang timbul hanya gara-gara facebook, mulai dari tidak lulus ujian, perkelahian, bahkan sampai penculikan. Sebagai contoh kisah seorang pelajar di Bandung yang diculik oleh orang yang dikenalnya lewat facebook dan perkelahian antara pelajar dengan orang tua yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, yang timbul hanya gara-gara facebook.
Dalam dunia pendidikan, motivasi untuk belajar merupakan salah satu hal yang penting. Tanpa motivasi, seseorang tentu tidak akan mendapatkan proses belajar yang baik. Motivasi merupakan langkah awal terjadinya pembelajaran yang baik. Pembelajaran dikatakan baik jika tujuan awal, umum dan khusus tercapai.  Motivasi belajar erat kaitannya dengan gairah belajar jika gairah belajar menurun secara otomatis motivasi belajarnya menurun.  Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan facebook menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya gairah belajar siswa termasuk SMP Negeri 1 Weleri.


3.    Maraknya penipuan sebagai dampak negative penggunaan facebook.
Berdasarkan hasil survey penulis sebanyak 70% siswa SMP N 1 Weleri yang merasakan dampak negatif dari penggunaan Facebook.  Sebanyak 70% siswa SMP Negeri 1 Weleri mengaku pernah mendapatkan tawaran tentang berbagai macam produk maupun hadiah yang menggiurkan.  Setelah dicermati lebih lanjut ternyata itu hanyalah bohong belaka, akal-akalan dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperoleh penghasilan yang tidak halal dengan cara menipu.
Penipuan yang dilakukan melalui akun facebook tertentu mulai marak dan meresahkan masyarakat. Meski sudah banyak yang mengetahui modusnya, namun tak sedikit dari pemilik akun jejaring sosial tersebut menjadi korban, akibat pembajakan akun yang dilakukan penipu.. Modusnya, mereka membajak akun seseorang dan berkomunikasi dengan teman lainnya di akun tersebut.  Modus-modus yang digunakan oleh penipu antara lain:
a.    Penipuan yang bermodus bisnis pulsa elektronik
  Salah satu modus penipuan melalui facebook yang sedang menjadi buah bibir masyarakat Indonesia yaitu penipuan yang dilakukan oleh Selly Yustiawati dengan cara berbisnis pulsa elektronik. Mula-mula korban ditawari binis pulsa elektronik dengan keuntungan yang menggiurkan, kemudian setelah korban terbujuk, penipu meminta transfer uang ke rekening penipu terlebih dahulu. Modus lain yang digunakan. Berikut kronologi penangkapan Selly, berdasarkan keterangan Polres Bogor, Senin (28/3/2011) yang mengeluarkan status buronnya. Jumat, 25 Maret 2011pihak Polsek Denpasar Selatan sudah mengendus keberadaan Selly. Dia diketahui berada di Hotel Amaris, Denpasar. Malam hari-nya Selly dipantau sejumlah petugas dengan ekstra ketat. "Kita juga dapat laporan dari Polda Metro Jaya, Polda Bali, dan Polsek setempat. Malam Sabtu itu posisi Selly sudah dipantau," kata Kasat Reskrim Polres Bogor Kompol Indra Gunawan saat dihubungi detikcom, Senin(28/3/2011). Sabtu, 26 Maret 2011Sejak Jumat malam hingga Sabtu siang Selly terus dipantau. Akhirnya pada sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB, Selly ditangkap. Petugas membawanya ke Polsek Denpasar Selatan. "Penangkapan setelah kita mengirimkan fax mengenai kejahatan Selly. Dia masuk daftar DPO. Kejahatan yang dia lakukan kan di wilayah kita," Tambah Indra.Minggu, 27 Maret 2011  Selly sudah diperiksa. Polisi sedikit memperoleh keterangan dari dia, diduga dia juga hendak melakukan operasi penipuan yang sama di Bali. "Minggu malam, penyidik kita dari Polres Bogor tiba di Bali. Kita akan bawa dia ke Bogor," Imbuhnya. Senin, 28 Maret 2011Rencananya siang ini Selly akan dibawa ke Bogor. Dia akan dibawa dengan pesawat dari Bandara Ngurah Rai, Bali sekitar pukul 14.00 WIB. "Sore nanti kita akan jumpa pers, dan kita akan gali informasi dari dia. Saat ini kita belum dapat informasi banyak," tutur Indra.  Selly ditangkap di Hotel Amaris Kuta, Denpasar, Bali. Ia tertangkap sedang berduaan dengan kekasihnya, Bima, seorang mahasiswa PTN ternama di Yogyakarta. Hanya saja, karena kekasihnya tidak terkait langsung dengan kasus yang dilakukan oleh Selly, Bima akhirnya dilepas oleh polisi. Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor resmi menetapkan Selly masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada tanggal 4 Maret 2010. Selly disebut-sebut sebagai penipu ulung berparas cantik di situs jejaring sosial Facebook. Bahkan dikabarkan juga korban dari wanita ini mencapai ratusan orang, tersebar di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung dan Yogyakarta. Kisah Selly ini ramai dibicarakan awal tahun silam.
b.    Pemalsuan identitas
Selain menggunakan modus bisnis pulsa elektronik, penipuan melalui akun facebook juga dengan pemalsuan identitas. Penipuan dengan memalsukan identitas individu sebagai individu lain bukan hanya merugikan material, tetapi juga merugikan secara psikologis. Salah satu penipuan dengan cara memalsukan identitas yang terjadi baru-baru ini. Contoh yang dilakukan oleh Anastasya alias Rahmat Sulistyo. Berawal dari akun facebooknya, ia mulai berhubungan dengan Umar, mantan suaminya. Ia mengaku sebagai pramugari di Bandara Soekarno-Hatta. Semenjak itu mereka memutuskan untuk menikah, bahkan ia mengaku bahwa salah satu karangan bunga pernikahannya diberikan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah 6 bulan menikah, identitas Icha terungkap. Ia dilaporkan ke pihak kepolisian oleh suaminya Umar, sampai saat ini kasusnya masih dalam penanganan pihak kepolisian.
    Menurut pengakuan salah satu siswa SMP Negeri 1 Weleri ia pernah ditipu seseorang yang mengaku dari sebuah agen pulsa.  Orang ini menawarkan pulsa gratis sebesar Rp 25.000 dengan syarat Korban harus mengikuti petunjuk dari Si agen pulsa tersebut.  Setelah semua petunjuk dari agen pulsa tersebut ternyata siswa tersebut bukannya memperoleh pulsa justru harus mengikhlaskan uang sebesar Rp 250.000 melayang begitu saja. 
Koran suara merdeka tanggal 6 Januri 2011 memberitakan tentang penipuan dengan modus menjual barang lewat facebook.  Dalam seminggu ini saja, telah terjadi dua kasus penipuan dengan modus menjual barang lewat Facebook. Yang pertama Deny Yanuar Saputro (24) warga Jalan Lemahgempal IV, Semarang, tertipu saat membeli kamera Nikon D300. Dia rugi Rp 3,5 juta.  Yang kedua seorang gadis bernama Sentya Arum Sasmita (19), warga Jalan Gajah Timur Dalam, Pandean lamper, melapor ke Polrestabes Semarang. Dia tertipu Rp 7 juta oleh pelaku yang mengaku bernama Arif Budiman. Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) korban menuturkan awal mula kejadian tersebut. Berawal saat dia membuka Facebook dan melihat ada akun yang menawarkan ponsel Blackberry dan IPhone. Karena ingin membeli secara praktis dan meyakini kalau barang yang ditawarkan harganya lebih murah dari harga pasaran, korban pun menghubungi nomor kontak yang tertera dalam akun tersebut. Nomor teleponnya 0821117555301.  Terjadi tawar menawar harga. Korban antusias karena diiming-imingi barang dengan harga lebih murah. Korban diitawari BlackBerry dengan harga Rp 2,5 juta dan IPhone seharga Rp 4,5 juta. Total Rp 7 juta untuk pembelian dua ponsel itu. Karena tertarik ingin memiliki korban akhirnya sepakat dan menyanggupi akan membayar. Pembayarannya melalui transfer rekening ATM
    Pelaku memberikan dua nomor rekening, Bank BRI atas nama Arif Budiman dan BCA atas nama Fred L Manibog. Sekitar pukul 20.45, korban bergegas menuju ke ATM BRI di Jalan Gajah untuk mentransfer jumlah uang seperti yang telah disepakati yakni Rp 7 juta. Usai mentransfer, korban lantas menghubungi pelaku.
   Perjanjiannya jika transfer uang sudah dikirim ke rekening pelaku, barang akan dikirim menggunakan jasa pengiriman barang. Korban dijanjikan barang akan dipaketkan dan bisa diambil di Tiki Jalan Thamrin, Semarang. Keesokan harinya korban pergi ke tempat yang dimaksud. Namun, petugas Tiki mengatakan kalau tidak ada paket barang yang seperti yang disebutkan korban.
Bahkan nomor pengiriman paket barang yang dikatakan pelaku juga tidak ada. Korban semula masih mengira kalau paket barang terlambat datang atau akan sampai beberapa jam kemudian. Akan tetapi setelah ditunggu-tunggu sekian lama paket barang tak kunjung tiba. Begitu pula lusanya.
Ketika dihubungi nomor pelaku sudah tidak aktif. Paket yang dijanjikan tidak ada kejelasan. "Saya baru sadar kalau sudah tertipu," kata Arum.
    Korban pun lantas melapor ke polisi agar kasusnya terungkap dan pelakunya ditangkap. Kasus penipuan dengan modus belanja online di internet atau Facebook ini belakangan marak. Butuh kewaspadaan dan tidak langsung percaya begitu saja dengan sistem jual beli seperti itu.
    Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa memalsukan identitas di situs facebook sangat mudah dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Pihak yang berwajibpun kesulitan menangani kasus ini karena dunia internet begitu luasnya lebih luas dari dunia dalam dunia nyata.
4.    Cara yang tepat bagi remaja agar dapat menggunakan  facebook   
     secara konsekuen
   Sebanyak 42,5% siswa SMP N 1 Weleri yang telah menggunakan account Facebooknya secara konsekuen.  Hal ini dibuktikan dengan hasil kuesioner yang telah kami berikan kepada 169 siwa yang menjawab “ya” sebanyak 72 orang siswa.  Hal ini membuktikan perbandingan siswa yang menggunakan facebook secara konsekuen dengan yang tidak konsekuen lebih banyak yang tidak konsekuen.
    Melihat banyaknya bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan facebook membuat orang tua menjadi cemas, mungkin tidak semua orang tua yang cemas terhadap masalah ini hal ini disebabkan karena mereka sendiri tidak tahu apa itu facebook terlebih mereka juga tidak tahu apakah harus selalu anak mereka memiliki account facebook. Hal ini menjadi cermin bahwa banyak orang yang tidak peduli terhadap  perkembangan teknologi. Dengan banyaknya dampak negatif dari penggunaan facebook membuat kita harus semakin waspada dalam menggunakannya, untuk itu perlu adanya cara yang tepat agar remaja dapat menggunakan facebook secara konsekuen. Banyak cara yang dapat dilakukan, diantaranya :
a.    Menggunakan facebook sesuai aturan
Dalam menggunakan facebook, kita harus selalu mematuhi aturan yang ada. Berarti dalam penggunaanya kita tidak boleh menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan. Selain itu account facebook yang kita miliki, sebaiknya digunakan untuk hal-hal positif, tidak kita gunakan untuk hal-hal yang merugikan, seperti penipuan maupun pemalsuan identitas. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi sesama pengguna facebook.
Berikan informasi umum yang tidak spesifik agar informasi tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin merugikan kita. Terlalu membuka diri di internet sangat tidak aman karena informasi yang sensitif mungkin akan bocor dan tersebar luas di masyarakat. Kalau tidak penting sebaiknya jangan mencantumkan alamat rumah, nomor telepon, alamat email dan lain sebagainya. Internet banyak dihuni penipu, jadi jangan terlalu polos bermain di dalamnya.
Upload foto kita seperlunya di dunia maya serta harus dalam keadaan baik, tidak mempermalukan kita maupun orang lain di depan orang banyak. Foto atau video yang asal-asalan tidak sesuai kode etik bisa menjadi bumerang pada kita. Gunakan foto untuk memudahkan teman lama kita dalam mengenali kita. Foto-foto pribadi yang kurang layak sebaiknya tidak diupload (jangan pernah) karena bisa saja bocor dihack oleh orang yang tidak suka dengan kita.
     b. Facebook bukan prioritas utama
Penggunaan facebook saat ini pada remaja sudah dianggap hal yang lumrah, bahkan muncul pendapat bahwa remaja yang tidak memiliki account facebook dianggap remaja yang cupu. Hal itu secara tidak langsung membuat para remaja untuk memiliki account facebook. Namun, hal tersebut mengakibatkan siswa memprioritaskan facebook lebih penting dari pelajaran di sekolah. Hal inilah yang seharusnya dihindari, memang pada zaman sekarang facebook dianggap penting selain sebagai saran komunikasi antar pengguna facebook juga dijadikan sarana untuk bertukar informasi, foto,  maupun video, namun penggunaannya tetap harus memperhatikan ketentuan. Penggunaan facebook boleh-boleh saja namun tetap pelajaran di sekolah menjadio prioritas utama. Sehingga kita tidak ketinggalan teknologi tetapi tetap memperhatikan kegiatan di sekolah.
Batasi penggunaan harian main facebook karena bagaimana pun juga facebook hanyalah salah satu cara menghibur diri. Kita hidup di dunia nyata, jadi berbaurlah dengan orang di sekitar kita secara langsung dengan tatap muka secara wajar. Sebaiknya bertukar pesan dengan teman yang kita kenal di dunia nyata saja karena teman-teman baru yang doyan online bisa menyita waktu kita membalas pesan elektronik mereka.
Kegiatan facebook cukup berkirim pesan seperlunya dengan teman asli, update status jika ada hal yang penting, publikasi event dan cari/tambah  teman asli yang benar-benar kita kenal. Sisa fitur yang lain gunakan seperlunya. Facebook hanyalah facebook, lebih baik persiapkan dan pikirkan masa depan kita di dunia nyata. Jangan lupa makan, tidur, sekolah, ibadah, dan lain-lainl saat menggunakan facebook.
c.         Bertanggung jawab dalam penggunaannya
Dalam menggunakan facebook, kita harus tetap memperhatikan etika penggunaannya. Selain itu kita juga harus bertanggung jawab apa bila selama kita menggunakan facebook akan merugikan diri kita maupun orang lain. Misalnya, selama kita menggunakan facebook nilai sekolah menjadi turun, atau menurunnya konsentrasi belajar para siswa. Hal ini menuntut tanggung jawab kita sebagai pengguna facebook, apa yang sudah kita perbuat maupun hasil yang kita dapatkan selama kita menggunakan facebook. Apabila selama kita menggunakan facebook, justru nilai sekolah kita menjadi turun, seharusnya kita  bisa  berintrospeksi diri  apa  kita  masih  memerlukan  facebook  atau  kita  menutup account facebook kita jika hal itu masih merugikan kita. Atau jika face book tersebut tidak terlalu  merugikan  kita  masih  bisa  menggunakan account  tersebut  asalkan  penggunaannya  dikurangi  sehingga  tidak mengganggu proses belajar.
d.   Selektif dalam Memilih Teman
Hati-hati dalam memilih teman untuk kita tambah jadi teman kita. Hindari menambah  orang-orang yang tidak kita kenal (asing) karena bisa saja mereka hanya ingin mencuri/mengumpulkan informasi dan data pribadi kita yang dapat digunakan untuk mencelakai kita. Oleh karena itu batasilah informasi dalam profil facebook kita. Bila perlu setting profile kita hanya bisa dibaca oleh teman yang sudah kita kenal lebih dekat.
e.    Waspada terhadap Penjahat-penjahat Internet

 Internet adalah dunia bebas yang siap menghancurkan kita jika kita tidak pintar bermain di dalamnya. Maka dari itulah kita harus bisa mengidentifikasi dan mengetahui modus-modus para penjahat online dalam memperdaya korban di internet. Bisa jadi ada penjahat yang buat account dengan nama orang yang kita kenal, lalu pura-pura menjadi orang yang kita kenal untuk menipu kita. Jangan mau membayar apapun atau memberi password kita pada orang lain di internet walaupun teman dekat kita sendiri yang memintanya tanpa konfirmasi langsung di dunia nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar