BAB IV
HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Penelitian
Setelah Peneliti melakukan penelitian selama 3 minggu terhadap siswa SMP Negeri 1 Weleri tentang penggunaan facebook , maka diperoleh hasil rekapitulasi kuesioner sebagai berikut:
Tabel 1:Hasil Rekapitulasi
Kuesioner
|
No
|
Variabel yang diteliti
|
ya
|
Persentase
|
|
1
|
Banyak remaja yang menggunakan facebook untuk
berkomunikasi
|
109
|
64%
|
|
2
|
Menurunnya gairah belajar para siswa
|
73
|
43%
|
|
3
|
Maraknya penipuan sebagai dampak negatif
penggunaan facebook
|
118
|
70%
|
|
4
|
Cara paling tepat untuk remaja agar dapat
menggunakan facebook secara konsekuen
|
72
|
42,5%
|
B.
Pembahasan
1. Persentase
remaja yang menggunakan facebook untuk berkomunikasi
Dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil sebanyak 64% remaja di
SMP Negeri 1 Weleri yang menggunakan facebook untuk berkomunikasi. Hal ini
dikarenakan pengaruh globalisasi yang semakin berkembang. Di antaranya, kemajuan IPTEK yang semakin pesat, hal ini secara
tidak langsung memaksa para siswa untuk mengikuti perkembangan arus globalisasi
tersebut. Selain itu muncul anggapan di kalangan remaja bahwa seseorang yang
tidak memiliki account facebook dicap
anak yang jadul. Faktor lain yang
menyebabkan meningkatnya jumlah pengguna facebook di kalangan remaja adalah
adanya keinginan untuk berbagi informasi dengan individu lain, mulai dengan
berbagi foto maupun video. Selain itu,
facebook juga dapat digunakan sebagai sarana diskusi, dan sarana bertukar
pikiran. Perlu diketahui bahwa Indonesia
merupakan negara terbesar kedua di dunia dengan pengguna facebook terbanyak
yaitu sekitar 35 juta orang.
Saat
ini, facebook menjadi salah satu situs jejaring sosial yang populer di mata
dunia. Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling
besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34
juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006
hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke 60 ke posisi 7 situs
paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika
Serikat, mengungguli situs public lain seperti flickr, dengan 8,5 juta foto
dimuat setiap harinya.
Pada
akhirnya, langkah yang diambil Zuckerberg tersebut sangatlah tepat, karena
facebook terus berkembang dan pada tahun 2007 terdapat penambahan 200 ribu account baru per harinya. Lebih dari 25
juta user aktif menggunakan facebook setiap harinya. Sampai
pada tahun 2009, penghasilan facebook mencapai nominal 800 juta US dollar.
Bahkan di tahun 2010 ini ditaksir angka itu akan melambung mencapai lebih dari
1 Milyar US dollar. Untuk jumlah pengguna, di tahun 2010 ini, menurut sumber
terbaru sudah melebihi angka 500 juta user.
Kondisi
ini membuat pengguna facebook di Indonesia meningkat setiap
tahunnya, termasuk remaja di SMP Negeri 1 Weleri.
2.
Penurunan Gairah Belajar Para Siswa
Berdasarkan
hasil penelitian kami sebanyak
43% siswa SMP Negeri 1
Weleri mengalami penurunan semangat belajarnya
akibat dari penggunaan Facebook. Penurunan
gairah belajar ini diakibatkan waktu untuk menggunakan facebook lebih banyak
daripada waktu untuk belajar. Mereka
asyik jika sudah membuka facebook, fasilitas, dan situs-situs yang menarik. Hal
ini membuat mereka betah berlama-lama di depan laptop, computer, maupun Hand Phone yang memiliki fasilitas
facebook
Facebook merupakan sebuah
situs jejaring sosial yang semakin hari semakin bertambah penggunanya. Hampir
setiap orang mempunyai facebook. Penggunaan facebook dalam kehidupan
sehari-hari mempunyai pengaruh pada si penggunanya, baik itu dampak
positif maupun negatif. Apabila kita tidak cerdas dalam menyikapi situs
jejaring sosial ini, bisa-bisa kita menjadi kecanduan
facebook, dan layaknya candu. Apapun akan kita lakukan agar dapat
menggunakan facebook.
Bagi pelajar, facebook cenderung lebih banyak memberikan dampak yang negatif. Hal ini membuat orang
tua maupun guru merasa khawatir akan masa depan anak-anak mereka. Dampak
negatif facebook bagi pelajar yang paling sering terjadi adalah timbulnya
kemalasan belajar yang berujung pada penurunan prestasi belajar. Coba saja
bandingkan lama waktu seorang pelajar saat membuka buku dengan lama waktu saat
membuka facebook. Bahkan saat belajar pun siswa selalu menyempatkan diri hanya untuk
sekedar meng-update status atau
menulis beberapa patah kata facebook temannya. Hal ini mengakibatkan konsentrasi dalam belajar
terganggu dan materi pelajaran yang sedang dipelajari pun tidak akan dipahami secara maksimal. Banyak
berita yang memuat tentang permasalahan pelajar yang timbul hanya gara-gara
facebook, mulai dari tidak lulus ujian, perkelahian, bahkan sampai penculikan.
Sebagai contoh kisah seorang pelajar di Bandung yang diculik oleh orang yang
dikenalnya lewat facebook dan perkelahian antara pelajar dengan orang tua yang
terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, yang timbul hanya gara-gara facebook.
Dalam dunia
pendidikan, motivasi untuk belajar merupakan salah satu hal yang penting. Tanpa
motivasi, seseorang tentu tidak akan mendapatkan proses belajar yang baik.
Motivasi merupakan langkah awal terjadinya pembelajaran yang baik. Pembelajaran
dikatakan baik jika tujuan awal, umum dan khusus tercapai. Motivasi belajar erat kaitannya dengan gairah
belajar jika gairah belajar menurun secara otomatis motivasi belajarnya
menurun. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan facebook menjadi
salah satu faktor penyebab menurunnya gairah belajar siswa termasuk SMP Negeri
1 Weleri.
3.
Maraknya penipuan sebagai dampak negative
penggunaan facebook.
Berdasarkan
hasil survey penulis sebanyak
70% siswa SMP N 1 Weleri yang merasakan dampak negatif dari penggunaan Facebook.
Sebanyak 70% siswa SMP Negeri 1 Weleri mengaku pernah mendapatkan
tawaran tentang berbagai macam produk maupun hadiah yang menggiurkan. Setelah dicermati lebih lanjut ternyata itu
hanyalah bohong belaka, akal-akalan dari pihak yang tidak bertanggung jawab
untuk memperoleh penghasilan yang tidak halal dengan cara menipu.
Penipuan yang dilakukan melalui akun facebook tertentu mulai marak
dan meresahkan masyarakat. Meski sudah banyak yang mengetahui modusnya, namun
tak sedikit dari pemilik akun jejaring sosial tersebut menjadi korban, akibat
pembajakan akun yang dilakukan penipu.. Modusnya, mereka membajak akun seseorang dan berkomunikasi dengan teman lainnya di akun tersebut. Modus-modus yang
digunakan oleh penipu antara lain:
a.
Penipuan yang bermodus bisnis pulsa elektronik
Salah satu modus penipuan
melalui facebook yang sedang menjadi buah bibir masyarakat Indonesia yaitu
penipuan yang dilakukan oleh Selly Yustiawati dengan cara berbisnis pulsa
elektronik. Mula-mula korban ditawari binis pulsa elektronik dengan keuntungan
yang menggiurkan, kemudian setelah korban terbujuk, penipu meminta transfer
uang ke rekening penipu terlebih dahulu. Modus lain yang digunakan. Berikut kronologi penangkapan Selly, berdasarkan keterangan Polres
Bogor, Senin (28/3/2011) yang mengeluarkan status buronnya. Jumat, 25 Maret 2011, pihak
Polsek Denpasar Selatan sudah mengendus keberadaan Selly. Dia diketahui berada
di Hotel Amaris, Denpasar. Malam hari-nya Selly dipantau sejumlah petugas
dengan ekstra ketat. "Kita juga dapat laporan dari Polda Metro Jaya, Polda
Bali, dan Polsek setempat. Malam Sabtu itu posisi Selly sudah dipantau,"
kata Kasat Reskrim Polres Bogor Kompol Indra Gunawan saat dihubungi detikcom, Senin(28/3/2011).
Sabtu, 26
Maret 2011. Sejak Jumat malam hingga Sabtu siang
Selly terus dipantau. Akhirnya pada sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB, Selly
ditangkap. Petugas membawanya ke Polsek Denpasar Selatan. "Penangkapan
setelah kita mengirimkan fax mengenai kejahatan Selly. Dia masuk daftar DPO.
Kejahatan yang dia lakukan kan di wilayah kita," Tambah Indra.Minggu, 27 Maret 2011 Selly
sudah diperiksa. Polisi sedikit memperoleh keterangan dari dia, diduga dia juga
hendak melakukan operasi penipuan yang sama di Bali. "Minggu malam,
penyidik kita dari Polres Bogor tiba di Bali. Kita akan bawa dia ke
Bogor," Imbuhnya. Senin, 28 Maret 2011. Rencananya siang ini Selly akan dibawa ke
Bogor. Dia akan dibawa dengan pesawat dari Bandara Ngurah Rai, Bali sekitar
pukul 14.00 WIB. "Sore nanti kita akan jumpa pers, dan kita akan gali
informasi dari dia. Saat ini kita belum dapat informasi banyak," tutur
Indra. Selly ditangkap di Hotel Amaris
Kuta, Denpasar, Bali. Ia tertangkap sedang berduaan dengan kekasihnya, Bima,
seorang mahasiswa PTN ternama di Yogyakarta. Hanya saja, karena kekasihnya
tidak terkait langsung dengan kasus yang dilakukan oleh Selly, Bima akhirnya
dilepas oleh polisi. Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim)
Polresta Bogor resmi menetapkan Selly masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)
pada tanggal 4 Maret 2010. Selly disebut-sebut sebagai penipu ulung berparas
cantik di situs jejaring sosial Facebook. Bahkan dikabarkan juga korban dari
wanita ini mencapai ratusan orang, tersebar di Jakarta, Depok, Bogor,
Tangerang, Bekasi, Bandung dan Yogyakarta. Kisah Selly ini ramai dibicarakan
awal tahun silam.
b.
Pemalsuan identitas
Selain
menggunakan modus bisnis pulsa elektronik, penipuan melalui akun facebook juga
dengan pemalsuan identitas. Penipuan dengan memalsukan identitas individu
sebagai individu lain bukan hanya merugikan material, tetapi juga merugikan
secara psikologis. Salah satu penipuan dengan cara memalsukan identitas yang
terjadi baru-baru ini. Contoh yang dilakukan oleh Anastasya alias Rahmat
Sulistyo. Berawal dari akun facebooknya, ia mulai berhubungan dengan Umar,
mantan suaminya. Ia mengaku sebagai pramugari di Bandara Soekarno-Hatta.
Semenjak itu mereka memutuskan untuk menikah, bahkan ia mengaku bahwa salah
satu karangan bunga pernikahannya diberikan oleh presiden Susilo Bambang
Yudhoyono. Setelah 6 bulan menikah, identitas Icha terungkap. Ia dilaporkan ke
pihak kepolisian oleh suaminya Umar, sampai saat ini kasusnya masih dalam
penanganan pihak kepolisian.
Menurut pengakuan salah satu siswa SMP
Negeri 1 Weleri ia pernah ditipu seseorang yang mengaku dari sebuah agen
pulsa. Orang ini menawarkan pulsa gratis
sebesar Rp 25.000 dengan syarat Korban harus mengikuti petunjuk dari Si agen
pulsa tersebut. Setelah semua petunjuk
dari agen pulsa tersebut ternyata siswa tersebut bukannya memperoleh pulsa justru
harus mengikhlaskan uang sebesar Rp 250.000 melayang begitu saja.
Koran suara merdeka tanggal 6 Januri 2011 memberitakan tentang penipuan
dengan modus menjual barang lewat facebook. Dalam seminggu ini saja, telah terjadi dua
kasus penipuan dengan modus menjual barang lewat Facebook. Yang pertama Deny
Yanuar Saputro (24) warga Jalan Lemahgempal IV, Semarang, tertipu saat membeli
kamera Nikon D300. Dia rugi Rp 3,5 juta.
Yang kedua seorang gadis bernama Sentya Arum Sasmita (19), warga Jalan
Gajah Timur Dalam, Pandean lamper, melapor ke Polrestabes Semarang. Dia tertipu
Rp 7 juta oleh pelaku yang mengaku bernama Arif Budiman. Kepada petugas Sentra
Pelayanan Kepolisian (SPK) korban menuturkan awal mula kejadian tersebut. Berawal
saat dia membuka Facebook dan melihat ada akun yang menawarkan ponsel Blackberry
dan IPhone. Karena ingin membeli secara praktis dan meyakini kalau
barang yang ditawarkan harganya lebih murah dari harga pasaran, korban pun
menghubungi nomor kontak yang tertera dalam akun tersebut. Nomor teleponnya
0821117555301. Terjadi tawar menawar
harga. Korban antusias karena diiming-imingi barang dengan harga lebih murah. Korban
diitawari BlackBerry dengan harga Rp 2,5 juta dan IPhone
seharga Rp 4,5 juta. Total Rp 7 juta untuk pembelian dua ponsel itu. Karena
tertarik ingin memiliki korban akhirnya sepakat dan menyanggupi akan membayar.
Pembayarannya melalui transfer rekening ATM
Pelaku memberikan
dua nomor rekening, Bank BRI atas nama Arif Budiman dan BCA atas nama Fred L
Manibog. Sekitar pukul 20.45, korban bergegas menuju ke ATM BRI di Jalan Gajah
untuk mentransfer jumlah uang seperti yang telah disepakati yakni Rp 7 juta.
Usai mentransfer, korban lantas menghubungi pelaku.
Perjanjiannya jika
transfer uang sudah dikirim ke rekening pelaku, barang akan dikirim menggunakan
jasa pengiriman barang. Korban dijanjikan barang akan dipaketkan dan bisa
diambil di Tiki Jalan Thamrin, Semarang. Keesokan harinya korban pergi ke
tempat yang dimaksud. Namun, petugas Tiki mengatakan kalau tidak ada paket
barang yang seperti yang disebutkan korban.
Bahkan
nomor pengiriman paket barang yang dikatakan pelaku juga tidak ada. Korban
semula masih mengira kalau paket barang terlambat datang atau akan sampai
beberapa jam kemudian. Akan tetapi setelah ditunggu-tunggu sekian lama paket
barang tak kunjung tiba. Begitu pula lusanya.
Ketika
dihubungi nomor pelaku sudah tidak aktif. Paket yang dijanjikan tidak ada
kejelasan. "Saya baru sadar kalau sudah tertipu," kata Arum.
Korban pun lantas
melapor ke polisi agar kasusnya terungkap dan pelakunya ditangkap. Kasus
penipuan dengan modus belanja online di internet atau Facebook ini belakangan
marak. Butuh kewaspadaan dan tidak langsung percaya begitu saja dengan sistem
jual beli seperti itu.
Dengan demikian maka dapat disimpulkan
bahwa memalsukan identitas di situs facebook sangat mudah dilakukan oleh orang
yang tidak bertanggung jawab. Pihak yang berwajibpun kesulitan menangani kasus
ini karena dunia internet begitu luasnya lebih luas dari dunia dalam dunia
nyata.
4. Cara
yang tepat bagi remaja agar dapat menggunakan
facebook
secara konsekuen
Sebanyak 42,5% siswa SMP N 1 Weleri yang telah menggunakan account Facebooknya secara konsekuen. Hal ini
dibuktikan dengan hasil kuesioner yang telah kami berikan kepada 169 siwa yang
menjawab “ya” sebanyak 72 orang siswa.
Hal ini membuktikan perbandingan siswa yang menggunakan facebook secara
konsekuen dengan yang tidak konsekuen lebih banyak yang tidak konsekuen.
Melihat banyaknya bahaya yang ditimbulkan dari
penggunaan facebook membuat orang tua menjadi cemas, mungkin tidak semua orang
tua yang cemas terhadap masalah ini hal ini disebabkan karena mereka sendiri
tidak tahu apa itu facebook terlebih mereka juga tidak tahu apakah harus selalu anak mereka memiliki account
facebook. Hal ini menjadi cermin bahwa banyak orang yang tidak peduli
terhadap perkembangan teknologi. Dengan
banyaknya dampak negatif dari penggunaan facebook membuat kita harus semakin
waspada dalam menggunakannya, untuk itu perlu adanya cara yang tepat agar
remaja dapat menggunakan facebook secara konsekuen. Banyak cara yang dapat
dilakukan, diantaranya :
a. Menggunakan facebook sesuai aturan
Dalam
menggunakan facebook, kita harus selalu mematuhi aturan yang ada. Berarti dalam
penggunaanya kita tidak boleh menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan.
Selain itu account facebook yang kita miliki, sebaiknya digunakan untuk hal-hal
positif, tidak kita gunakan untuk hal-hal yang merugikan, seperti penipuan
maupun pemalsuan identitas. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi
sesama pengguna facebook.
Berikan informasi umum
yang tidak spesifik agar informasi tersebut tidak disalahgunakan oleh
pihak-pihak yang ingin merugikan kita. Terlalu membuka diri di internet sangat
tidak aman karena informasi yang sensitif mungkin akan bocor dan tersebar luas
di masyarakat. Kalau tidak penting sebaiknya jangan mencantumkan alamat rumah,
nomor telepon, alamat email dan lain sebagainya. Internet banyak dihuni penipu,
jadi jangan terlalu polos bermain di dalamnya.
Upload foto kita
seperlunya di dunia maya serta harus dalam keadaan baik, tidak mempermalukan
kita maupun orang lain di depan orang banyak. Foto atau video yang asal-asalan
tidak sesuai kode etik bisa menjadi bumerang pada kita. Gunakan foto untuk
memudahkan teman lama kita dalam mengenali kita. Foto-foto pribadi yang kurang
layak sebaiknya tidak diupload (jangan pernah) karena bisa saja bocor dihack
oleh orang yang tidak suka dengan kita.
b. Facebook bukan prioritas utama
Penggunaan
facebook saat ini pada remaja sudah dianggap hal yang lumrah, bahkan muncul
pendapat bahwa remaja yang tidak memiliki account
facebook dianggap remaja yang cupu. Hal itu secara tidak langsung membuat para
remaja untuk memiliki account
facebook. Namun, hal tersebut mengakibatkan siswa memprioritaskan facebook
lebih penting dari pelajaran di sekolah. Hal inilah yang seharusnya dihindari,
memang pada zaman sekarang facebook dianggap penting selain sebagai saran
komunikasi antar pengguna facebook juga dijadikan sarana untuk bertukar
informasi, foto, maupun video, namun
penggunaannya tetap harus memperhatikan ketentuan. Penggunaan facebook
boleh-boleh saja namun tetap pelajaran di sekolah menjadio prioritas utama.
Sehingga kita tidak ketinggalan teknologi tetapi tetap memperhatikan kegiatan
di sekolah.
Batasi penggunaan harian
main facebook karena bagaimana pun juga facebook hanyalah salah satu cara
menghibur diri. Kita hidup di dunia nyata, jadi berbaurlah dengan orang di
sekitar kita secara langsung dengan tatap muka secara wajar. Sebaiknya bertukar
pesan dengan teman yang kita kenal di dunia nyata saja karena teman-teman baru
yang doyan online bisa menyita waktu
kita membalas pesan elektronik mereka.
Kegiatan facebook cukup
berkirim pesan seperlunya dengan teman asli, update status jika ada hal yang penting, publikasi event dan
cari/tambah teman asli yang benar-benar
kita kenal. Sisa fitur yang lain gunakan seperlunya. Facebook hanyalah
facebook, lebih baik persiapkan dan pikirkan masa depan kita di dunia nyata.
Jangan lupa makan, tidur, sekolah, ibadah, dan lain-lainl saat menggunakan
facebook.
c.
Bertanggung jawab dalam penggunaannya
Dalam menggunakan facebook, kita harus tetap memperhatikan etika penggunaannya. Selain itu kita juga harus bertanggung jawab apa bila selama kita menggunakan facebook akan merugikan diri kita maupun orang lain. Misalnya, selama kita menggunakan facebook nilai sekolah menjadi turun, atau menurunnya konsentrasi belajar para siswa. Hal ini menuntut tanggung jawab kita sebagai pengguna facebook, apa yang sudah kita perbuat maupun hasil yang kita dapatkan selama kita menggunakan facebook. Apabila selama kita menggunakan facebook, justru nilai sekolah kita menjadi turun, seharusnya kita bisa berintrospeksi diri apa kita masih memerlukan facebook atau kita menutup account facebook kita jika hal itu masih merugikan kita. Atau jika face book tersebut tidak terlalu merugikan kita masih bisa menggunakan account tersebut asalkan penggunaannya dikurangi sehingga tidak mengganggu proses belajar.
Dalam menggunakan facebook, kita harus tetap memperhatikan etika penggunaannya. Selain itu kita juga harus bertanggung jawab apa bila selama kita menggunakan facebook akan merugikan diri kita maupun orang lain. Misalnya, selama kita menggunakan facebook nilai sekolah menjadi turun, atau menurunnya konsentrasi belajar para siswa. Hal ini menuntut tanggung jawab kita sebagai pengguna facebook, apa yang sudah kita perbuat maupun hasil yang kita dapatkan selama kita menggunakan facebook. Apabila selama kita menggunakan facebook, justru nilai sekolah kita menjadi turun, seharusnya kita bisa berintrospeksi diri apa kita masih memerlukan facebook atau kita menutup account facebook kita jika hal itu masih merugikan kita. Atau jika face book tersebut tidak terlalu merugikan kita masih bisa menggunakan account tersebut asalkan penggunaannya dikurangi sehingga tidak mengganggu proses belajar.
d.
Selektif dalam Memilih Teman
Hati-hati dalam memilih teman untuk kita
tambah jadi teman kita. Hindari menambah orang-orang yang tidak kita kenal (asing)
karena bisa saja mereka hanya ingin mencuri/mengumpulkan informasi dan data
pribadi kita yang dapat digunakan untuk mencelakai kita. Oleh karena itu
batasilah informasi dalam profil facebook kita. Bila perlu setting profile kita
hanya bisa dibaca oleh teman yang sudah kita kenal lebih dekat.
e.
Waspada terhadap Penjahat-penjahat Internet
Internet
adalah dunia bebas yang siap menghancurkan kita jika kita tidak pintar bermain
di dalamnya. Maka dari itulah kita harus bisa mengidentifikasi dan mengetahui
modus-modus para penjahat online dalam
memperdaya korban di internet. Bisa jadi ada penjahat yang buat account dengan nama orang yang kita kenal,
lalu pura-pura menjadi orang yang kita kenal untuk menipu kita. Jangan mau
membayar apapun atau memberi password
kita pada orang lain di internet walaupun teman dekat kita sendiri yang
memintanya tanpa konfirmasi langsung di dunia nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar