BAB I
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
(UANG)
ASAL USUL UANG
Beberapa
ahli berpendapat uang pertama kali muncul dalam bentuk koin di sepanjang
Mediterania, sekitar tahun 700 SM. Namun
kebanyakan berpendapat uang paling awal digunakan di Mesopotamia, sekitar th
2500 SM. Wujudnya berupa perak. Masyarakat di kawasan Eufrat dan Tigris itu telah menggunakan perak sebagai alat tukar,
penentu nilai suatu barang dan penentu kemakmuran seseorang.
Mengapa
uang lahir di Mesopotmia? Prestasi itu
erat hubungannya dengan tradisi masyarakat yang suka menulis atau
mencatat. Sejak tahun 3000-an SM. Mereka terbiasa mencatat hal-hal penting pada
lempengan (tablet) tanah liat, mulai peristiwa penting, kontrak dagang, sampai
jumlah kekayaan (berupa panenan gandum dan barang). Khusus untuk kegiatan dagang, catatan itu
penting sebagai stndar barter sehingga nilai tukar barang dagangan bisa dilihat
dari catatan yang ada
Tradisi
mencatat ini semakin berkembang sejak ditemukannya system tulisan paku
menggantikan huruf gambar (piktograf).
Khusus untuk kegiatan dagang dibuat cara mencatat yang baru. Tiap jenis barang dagangan memiliki tanda tersendiri
(token).
Lambat
laun, system token dirasa semakin merepotkan, terutama menyangkut beragam
barang dagangan dengan beraneka jumlah.
Apalagi nilai tukar barang bisa naik turun, belum lagi tuntutan
kecepatan transaksi yang semakin marak.
Orang inginya cepat tahu nilai jual suatu barang supaya bias cepat
membuat keputusan. Akibatnya kebutuhan
akan adanya alat tukar yang bakupun semakin mendesak. Untuk itulah perak dan emas yang nilainya
cenderung tetap ditentukan sebagai standar alat tukar.
PENGERTIAN UANG
- Menurut Robertson, uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang
- Menurut R.S Sayers dalam bukunya Modern Banking uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai alat pembayaran utang.
- A.C. Pigou dalam bukunya The Veil of Money menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat penukar
- Albert Gailort Hart menyatakan bahwa uang adalah kekayaan yang dapat digunakan oleh pemiliknya untuk melunasi uangnya dalam jumlah tertentu pada waktu itu juga.
- Rollin G Thomas menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang diterima umum dalam pembayaran (pembelian) barang-barang, jasa-jasa dan pelunasan utang.
Jadi
kesimpulannya, uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai alat penukar, alat pengukur nilai dan pada
waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.
seri uang
rupiah mulai beredar tanggal 23Oktober 1946
PERKEMBANGAN UANG
Pada
zaman purba (sebelum ada uang) manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya
dengan barang. Mula-mula barang yang
dihasilkan untuk konsumsi sendiri, namun ada kebutuhan yang tidak dapat
dipenuhi sendiri, sehingga mereka mengadakan tukar menukar dengan barang
lain. Cara tukar menukar dengan barang
disebut barter. Akan tetapi cara tersebut
mengalami kesulitan, karena:
1. orang yang mempunyai kebutuhan dan keinginan
yang sama sulit ditemukan
2. nilai tukar barang yang akan dipertukarkan
sulit ditemukan
3. kesulitan menemukan orang-orang yang memiliki
barang yang dibutuhkan kedua belah pihak
Dengan
adanya kesulitan tersebut, maka ditetapkan macam-macam barang yang akan
dipergunakan sebagai alat perantara tukar menukar. Barang-barang yang akan digunakan sebagai
alat perantara harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. dapat diterima dan dibutuhkan semua orang
2. setiap saat dapat ditukarkan kepada siapa saja
3. mempunyai nilai tinggi dan stabil
Barang-barang
yang berfungsi sebagai uang dinamakan uang barang. Dengan uang barang, tukar menukar barang agak
lancar, tetapi kesulitan belum teratasi semuanya. Sebab tidak mungkin semua uang barang dapat
dibagi-bagi menjadi bagian-bagian yang bernilai lebih kecil. Selain kesulitan tersebut masih ada kesulitan
yang disebabkan oleh sifat-sifat uang barang sebagai berikut:
1. sukar disimpan
2. sukar dibawa keman-mana
3. tidak tahan lama
4. nilainya tidak tetap
Dengan
semakin majunya peradaban manusia orang berusaha mengatasi kesulitan tukar
menukar dengan perantara uang barang
dengan mencari barang yang lebih mudah dan praktrisdalam tukar menukar
barang. Barang yang berfungsi sebagai
uang harus memenuhi syarat yaitu:
1. dapat
diterima siapa saja
2. tahan lama
3. mudah disimpan
4. mudah dibawa keman-mana
5. mudah dibagi menjadi bagian yang lebih kecil
dengan tidak mengurangi nilai sebenarnya
6. jumlah uang terbatas
7. nilai uang tetap
Barang yang mempunyai syarat tersebut
adalah emas dan perak yang selanjutnya dijadikan uang yang berwujud logam. Ternyata uang logam masih terdapat
kesulitannya yaitu apabila membawa uang dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu orang berusaha mencari cara
agar mudah membawa uang, akhirnya ditemukanlah uang kertas.
Uang mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
1. diterima oleh umum
2. mempunyai nilai yang stabil atau stability of
value
3. mudah dibawa dan disimpan atau portability
4. jumlahnya harus mencukupi kebutuhan dunia
usaha atau elasticity of supply
5. tahan lama atau durability
6. mudah dibagi atau divisiability
FUNGSI UANG
1. Fungsi Asli
a.
Uang sebagai alat penukar (medium of exchange)
b.
Uang sebagai satuan hitung (unit of account)
2. Fungsi Turunan
a.
alat pembayaran
b.
alat penimbun kekayaan
c.
alat pemindah kekayaan
d. alat pendorong kegiatan ekonomi
e.
standar pencicilan utang
JENIS UANG
1. Uang Kartal
Uang kartal yaitu uang yang diterima oleh
masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah
Karena dilindungi undang-undang
Uang kartal terdiri dari 2 jenis:
a.
uang logam
Sebenarnya
pemerintah pernah mengeluarkan uang logam yang terbuat dari emas dengan nilai
Nominal
Rp 125.000, Rp 500.000, dan Rp 750.000.
Sejak tanggal 18 Agustus 1990 uang tersebut sudah mulai beredar. Selain itu tanggal 1 Desember 1992 pemerintah
juga mengeluarkan uang pecahan Rp 200.000 yang terbuat dari emas dan pecahan Rp
100.00 terbuat
dari
perak. Uang logam yang beredar di
Indonesia dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang bertindak sebagai Bank
Sirkulasi.
b.
Uang Kertas
Uang
kertas mempunyai nilai kepercayaan yang disebut fiduciary. Uang kertas yang berlaku di Indonesia
dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang mempunyai hak tunggal (hak oktroi) untuk mencetak dan mengedarkan uang kartal
2. Uang Giral
Uang giral adalah alat pembayaran berupa surat berharga, seperti
bilyet giro dan cek, yang di
Keluarkan oleh bank kepada seseorang atau lembaga
karena mempunya simpanan di bank yang
Bersangkutan. Jenis uang giral, antara lain:
a.
cek
cek
adalah surat perintah dari seseorang yang mempunyai simpanan di bank agar bank membayar sejumlah uang kepada pihak yang
disebutkan di dalamnya atau kepada pemegang cek tersebut
b.
Bilyet Giro
Bilyet
Giro adalah surat perintah pemindah bukuan dari nasabah suatu Bank kepada Bank
yang bersangkutan,untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening
penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro, pada Bank yang sama atau Bank
yang lain.
c.
Pemindahan Telegrafis (Telegraphic Transfer)
Telegraphic
Transfer adalah pembayaran yang dilakukan dengan pemindahan antar rekening di
Suatu
bank yang sama.
Nilai Uang
A. Dilihat dari dari Bahan
Pembuatannya
1). Nilai Nominal
Nilai nominal uang adalah nilai uang yang
sesuai dengan yang tertulis di atas uang
2). Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik uang adalah nilai uang diukur
dari biaya untuk membuat uang tersebut.
B. Dilihat dari Penggunaannya
1) Nilai
internal uang
Nilai uang dikatakan turun apabila dengan
jumlah uang yang sama, jumlah barang yang dapat dibeli dengan uang tersebut menjadi lebih
sedikit dari sebelumnya
2) Nilai eksternal uang (kurs mata uang)
Nilai
kurs adalah nilai mata uang sendiri (dalam negeri) apabila dibandingkan dengan
mata uang asing
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Kebutuhan Uang dan Jumlah Uang yang Beredar
A.
Motif memegang uang
Tiap orang
mempunyai alasan (motif) memegang uang atau menyimpan uang tunai. Menurut J.M Keynes ada 3 alasan menyimpan
uang tunai, antara lain:
1)
Transaksi
Alasan menahan
uang didasarkan pada keinginan untuk membiayai transaksi kebutuhan hidup
sehari-hari. Dengan tersedianya uang
tunai, segala kebutuhan atau keperluan usaha setiap hari apat dipenuhi dengan
cepat. Keperluan transaksi tergantung
pada pendapatan, semakin tinggi pendapatan, makin tinggi pula keperluan
transaksi.
2)
Berjaga-jaga
Alasan
berjaga-jaga adalah alasan transaksi untuk menghadapi keadaan darurat yang
terjadi tanpa diduga-duga. Misalnya
salah satu anggota keluarga mendadak sakit.
3)
Spkulasi
Alasan spekulasi
timbul karena adanya keinginan memperoleh keuntungan berdsarkan ramalan dan
perhitungan pada masa yang akan datang.
Misalnya seseorang membeli saham sekarang dan menjualnya pada saat harga
saham tinggi.
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlah Uang
yang Beredar dalam Masyarakat.
1) Pendapatan
Pendapatan
adalah jumlah uang yang diterima oleh masyarakat dalam jangka waktu
tertentu. Semakin tinggi pendapatan semakin
besar pula jumlah uang yang beredar dalam masyarakat dan sebaliknya.
2) Tingkat Suku Bunga
Tingkat suku bunga
akan memengaruhi uang yang beredar.
Apabila tingkat suku bunga beredar akan meningkat. Sebaliknya jika tingkat suku bunga tinggi, jumlah
uang beredar akan turun.
3) Selera Masyarakat
Selera masyarakat
akan memengaruhi jumlah uang yang beredar.
Misalnya peningkatan mode pakaian baru akan mempengaruhi uang yang
beredar
4)
Harga barang
Harga barang
akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar.
Misalnya ketika harga naik, maka jumlah uang yang bereda akan semakin
cepat
5)
Fasilitas Kredit
Fasilitas kredit
atau cara pembayaran dengan menggunakan kartu kredit atau cara angsuran akan
mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat, misalnya jika seseorang
mengadakan pembelian dengan menggunakan kartu kredit, maka permintaan uang
tunai semakin menurun
6)
Kekayaan yang Dimiliki Masyarakat
Jumlah uang yang
beredar dalam masyarakat semakin besar apabila ragam atau variasi bentuk
kekayaan sedikit. Sebaliknya apabila
variasi bentuk kekayaan semakin banyak atau luas misalnya tabungan, surat
berharga dn lain-lain maka jumlah uang yang beredar dalam masyarakat akan
menurun
Mata Uang Asing dan Kurs Valuta
Asing
A. Mata uang asing
Mata
uang asing sering disebut dengan valuta asing atau devisa. Setiap negara mempunyai satuan mata uang yang
berbeda. Namun ada beberapa negar
tertentu memaai mata uang yang sama meskipun nilai tukarnya berbeda misalnya
mata uang olar digunakan oleh negara Amerika Serikat, Australia, Singapura,
Kanada, Hongkong, dan Brunei Darussalam.
Perhatikan mata uang berikut ini.
Tabel mata uang negara-negara di dunia
|
No
|
Negara
|
Mata uang
|
No
|
Negara
|
Mata uang
|
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
|
Afganistan
Afrika Selatan
Albania
Aljazair
AS
Arab Saudi
Argentina
Australia
Austria
Bangladesh
Belanda
Belgia
Bolarusia
Brasil
Brunei Darussalam
Bulgaria
Cile
Cina
Denmark
Emirat Arab
Finlandia
Guatemala
Hongaria
India
Indonesia
Inggris
Iran
Irak
Irlandia
|
Afgani
Rand
Lek
Dinar
Dollar
Riyal
Peso
Dollar
Schilling
Taka
Golden
Franc Belgia
Rubel
Cruzeiro
Dollar Brunei
Lev
Peso
Yuan
Krona
Dirham
Markka
Quetzal
Forint
Ruppe
Rupiah
Poundsterling
Rial
Dinar Irak
Pound
|
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
|
Israel
Italia
Jepang
Jerman
Kamboja
Korea Selatan
Korea Utara
Kuwait
Lebanon
Libya
Malaysia
Mesir
Filipina
Polandia
Portugal
Perancis
Jerman
Singapura
Sri Lanka
Swedia
Swiss
Taiwan
Thailand
Turki
Uganda
Vietnam
Yaman
Yordania
Yunani
|
Shekel
Lira
Yen
Deutsche Markel
Won
Won
Dolar
Pound
Pound
Ringgit
Pound
Peso
Zloty
Escudo
Franc
mark
Dollar
Rupee
krona
Franc Swiss
dollar
Baht
Lira
Shilling
Dong
Riyal
Dinar
Drachma
|
B. Kurs (Nilai Tukar) Valuta Asing
Valuta
asing atau mata uang asing adalah alat pembayaran luar negeri. Jika kita mengimpor mobil dari Jepang, kita
dapat membayarkannya dengan yen. Yen
bagi kita merupakan valuta asing. Apbila
kita membutuhkan valuta asing, kita harus menukarkan rupiah dengan uang asing
yang kita butuhkan. Perbandingan niali
mata uang asing dengan mata uang dalam negeri disebut kurs. Adapun macam-macam kurs yang sering ditemua
di bank atau tempat penukaran uang asing diantaranya:
1) Kurs
Beli, yaitu kurs yang digunakan apabila bank atau money changer membeli valuta
asing atau apabila kita akan menukarkan valuta asing yang kita miliki dengan
rupiah
2) Kur
Jual, yaitu kurs yang digunakan apabila bank atau money changer menjual valuta
asing atau apabila kita akan menukarkan rupiah dengan valuta asing yang kita
butuhkan.
3) Kurs
Tengah, yaitu kurs antara kurs jual dan kurs beli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar