Kamis, 10 Juli 2014

Uang

BAB I
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
(UANG)
ASAL USUL UANG
Beberapa ahli berpendapat uang pertama kali muncul dalam bentuk koin di sepanjang Mediterania, sekitar tahun 700 SM.  Namun kebanyakan berpendapat uang paling awal digunakan di Mesopotamia, sekitar th 2500 SM.  Wujudnya berupa perak.  Masyarakat di kawasan Eufrat dan Tigris itu telah menggunakan perak sebagai alat tukar, penentu nilai suatu barang dan penentu kemakmuran seseorang.
Mengapa uang lahir di Mesopotmia?  Prestasi itu erat hubungannya dengan tradisi masyarakat yang suka menulis atau mencatat.  Sejak tahun 3000-an SM.  Mereka terbiasa mencatat hal-hal penting pada lempengan (tablet) tanah liat, mulai peristiwa penting, kontrak dagang, sampai jumlah kekayaan (berupa panenan gandum dan barang).  Khusus untuk kegiatan dagang, catatan itu penting sebagai stndar barter sehingga nilai tukar barang dagangan bisa dilihat dari catatan yang ada
Tradisi mencatat ini semakin berkembang sejak ditemukannya system tulisan paku menggantikan huruf gambar (piktograf).  Khusus untuk kegiatan dagang dibuat cara mencatat yang baru.  Tiap jenis barang dagangan memiliki tanda tersendiri (token).
Lambat laun, system token dirasa semakin merepotkan, terutama menyangkut beragam barang dagangan dengan beraneka jumlah.  Apalagi nilai tukar barang bisa naik turun, belum lagi tuntutan kecepatan transaksi yang semakin marak.  Orang inginya cepat tahu nilai jual suatu barang supaya bias cepat membuat keputusan.  Akibatnya kebutuhan akan adanya alat tukar yang bakupun semakin mendesak.  Untuk itulah perak dan emas yang nilainya cenderung tetap ditentukan sebagai standar alat tukar.

PENGERTIAN UANG
  1. Menurut Robertson, uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang
  2. Menurut R.S Sayers dalam bukunya Modern Banking uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai alat pembayaran utang.
  3. A.C. Pigou dalam bukunya The Veil of Money menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat penukar
  4. Albert Gailort Hart menyatakan bahwa uang adalah kekayaan yang dapat digunakan oleh pemiliknya untuk melunasi uangnya dalam jumlah tertentu pada waktu itu juga.
  5.  Rollin G Thomas menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang diterima umum dalam pembayaran (pembelian) barang-barang, jasa-jasa dan pelunasan utang.
Jadi kesimpulannya, uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai  alat penukar, alat pengukur nilai dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.

seri uang rupiah mulai beredar tanggal 23Oktober 1946

PERKEMBANGAN UANG
Pada zaman purba (sebelum ada uang) manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan barang.  Mula-mula barang yang dihasilkan untuk konsumsi sendiri, namun ada kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi sendiri, sehingga mereka mengadakan tukar menukar dengan barang lain.  Cara tukar menukar dengan barang disebut barter.  Akan tetapi cara tersebut mengalami kesulitan, karena:

1. orang yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang sama sulit ditemukan
2.  nilai tukar barang yang akan dipertukarkan sulit ditemukan
3.  kesulitan menemukan orang-orang yang memiliki barang yang dibutuhkan kedua belah pihak
Dengan adanya kesulitan tersebut, maka ditetapkan macam-macam barang yang akan dipergunakan sebagai alat perantara tukar menukar.  Barang-barang yang akan digunakan sebagai alat perantara harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.  dapat diterima dan dibutuhkan semua orang
2.  setiap saat dapat ditukarkan kepada siapa saja
3.  mempunyai nilai tinggi dan stabil
Barang-barang yang berfungsi sebagai uang dinamakan uang barang.  Dengan uang barang, tukar menukar barang agak lancar, tetapi kesulitan belum teratasi semuanya.  Sebab tidak mungkin semua uang barang dapat dibagi-bagi menjadi bagian-bagian yang bernilai lebih kecil.  Selain kesulitan tersebut masih ada kesulitan yang disebabkan oleh sifat-sifat uang barang sebagai berikut:
1.  sukar disimpan
2.  sukar dibawa keman-mana
3.  tidak tahan lama
4.  nilainya tidak tetap
Dengan semakin majunya peradaban manusia orang berusaha mengatasi kesulitan tukar menukar dengan  perantara uang barang dengan mencari barang yang lebih mudah dan praktrisdalam tukar menukar barang.  Barang yang berfungsi sebagai uang harus memenuhi syarat yaitu:
1. dapat diterima siapa saja
2.  tahan lama
3.  mudah disimpan
4.  mudah dibawa keman-mana
5.  mudah dibagi menjadi bagian yang lebih kecil dengan tidak mengurangi nilai sebenarnya
6.  jumlah uang terbatas
7.  nilai uang tetap
     Barang yang mempunyai syarat tersebut adalah emas dan perak yang selanjutnya dijadikan uang yang berwujud logam.  Ternyata uang logam masih terdapat kesulitannya yaitu apabila membawa uang dalam jumlah yang besar.  Oleh karena itu orang berusaha mencari cara agar mudah membawa uang, akhirnya ditemukanlah uang kertas.
Uang mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
1.  diterima oleh umum
2.  mempunyai nilai yang stabil atau stability of value
3.  mudah dibawa dan disimpan atau portability
4.  jumlahnya harus mencukupi kebutuhan dunia usaha atau elasticity of supply
5.  tahan lama atau durability
6.  mudah dibagi atau divisiability

FUNGSI UANG
1.  Fungsi Asli
     a.  Uang sebagai alat penukar (medium of   exchange)
     b.  Uang sebagai satuan hitung (unit of account)
2.  Fungsi Turunan
     a.  alat pembayaran
     b.  alat penimbun kekayaan
     c.  alat pemindah kekayaan
     d. alat pendorong kegiatan ekonomi
     e.  standar pencicilan utang

JENIS UANG
1.  Uang Kartal
     Uang kartal yaitu uang yang diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah
     Karena dilindungi undang-undang
     Uang kartal terdiri dari 2 jenis:
a.       uang logam
Sebenarnya pemerintah pernah mengeluarkan uang logam yang terbuat dari emas dengan nilai
Nominal Rp 125.000, Rp 500.000, dan Rp 750.000.  Sejak tanggal 18 Agustus 1990 uang tersebut sudah mulai beredar.  Selain itu tanggal 1 Desember 1992 pemerintah juga mengeluarkan uang pecahan Rp 200.000 yang terbuat dari emas dan pecahan Rp 100.00 terbuat

dari perak.  Uang logam yang beredar di Indonesia dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang bertindak sebagai Bank Sirkulasi.
b.      Uang Kertas
Uang kertas mempunyai nilai kepercayaan yang disebut fiduciary.  Uang kertas yang berlaku di Indonesia dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang mempunyai hak tunggal (hak oktroi)  untuk mencetak dan mengedarkan uang kartal
2.  Uang Giral
     Uang giral adalah alat pembayaran berupa surat berharga, seperti bilyet giro dan cek, yang di
     Keluarkan oleh bank kepada seseorang atau lembaga karena mempunya simpanan di bank yang
     Bersangkutan.  Jenis uang giral, antara lain:
a.       cek
cek adalah surat perintah dari seseorang yang mempunyai simpanan di bank agar bank membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalamnya atau kepada pemegang cek tersebut
b.      Bilyet Giro
Bilyet Giro adalah surat perintah pemindah bukuan dari nasabah suatu Bank kepada Bank yang bersangkutan,untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro, pada Bank yang sama atau Bank yang lain.
c.       Pemindahan Telegrafis (Telegraphic Transfer)
Telegraphic Transfer adalah pembayaran yang dilakukan dengan pemindahan antar rekening di
Suatu bank yang sama.

Nilai Uang
A.  Dilihat dari dari Bahan Pembuatannya
1).  Nilai Nominal
      Nilai nominal uang adalah nilai uang yang sesuai dengan yang tertulis di atas uang
2).  Nilai Intrinsik
      Nilai intrinsik uang adalah nilai uang diukur dari biaya untuk membuat uang tersebut.

B. Dilihat dari Penggunaannya
1)   Nilai internal uang
           Nilai uang dikatakan turun apabila dengan jumlah uang yang sama, jumlah barang yang dapat    dibeli dengan uang tersebut menjadi lebih sedikit dari sebelumnya
2)   Nilai eksternal uang (kurs mata uang)
            Nilai kurs adalah nilai mata uang sendiri (dalam negeri) apabila dibandingkan dengan mata uang asing
                                                                                                        
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Uang dan Jumlah Uang yang Beredar
A.       Motif memegang uang
Tiap orang mempunyai alasan (motif) memegang uang atau menyimpan uang tunai.  Menurut J.M Keynes ada 3 alasan menyimpan uang tunai, antara lain:
1)       Transaksi
Alasan menahan uang didasarkan pada keinginan untuk membiayai transaksi kebutuhan hidup sehari-hari.  Dengan tersedianya uang tunai, segala kebutuhan atau keperluan usaha setiap hari apat dipenuhi dengan cepat.  Keperluan transaksi tergantung pada pendapatan, semakin tinggi pendapatan, makin tinggi pula keperluan transaksi.
2)      Berjaga-jaga
Alasan berjaga-jaga adalah alasan transaksi untuk menghadapi keadaan darurat yang terjadi tanpa diduga-duga.  Misalnya salah satu anggota keluarga mendadak sakit.
3)      Spkulasi
Alasan spekulasi timbul karena adanya keinginan memperoleh keuntungan berdsarkan ramalan dan perhitungan pada masa yang akan datang.  Misalnya seseorang membeli saham sekarang dan menjualnya pada saat harga saham tinggi.
B.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlah Uang yang Beredar dalam Masyarakat.
       1)  Pendapatan
             Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh masyarakat dalam jangka waktu tertentu.  Semakin tinggi pendapatan semakin besar pula jumlah uang yang beredar dalam masyarakat dan sebaliknya.




       2)   Tingkat Suku Bunga
             Tingkat suku bunga akan memengaruhi uang yang beredar.  Apabila tingkat suku bunga beredar akan meningkat.  Sebaliknya jika tingkat suku bunga tinggi, jumlah uang beredar akan turun.
       3)   Selera Masyarakat
             Selera masyarakat akan memengaruhi jumlah uang yang beredar.  Misalnya peningkatan mode pakaian baru akan mempengaruhi uang yang beredar
4)       Harga barang
Harga barang akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar.  Misalnya ketika harga naik, maka jumlah uang yang bereda akan semakin cepat
5)       Fasilitas Kredit
Fasilitas kredit atau cara pembayaran dengan menggunakan kartu kredit atau cara angsuran akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat, misalnya jika seseorang mengadakan pembelian dengan menggunakan kartu kredit, maka permintaan uang tunai semakin menurun
6)       Kekayaan yang Dimiliki Masyarakat
Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat semakin besar apabila ragam atau variasi bentuk kekayaan sedikit.  Sebaliknya apabila variasi bentuk kekayaan semakin banyak atau luas misalnya tabungan, surat berharga dn lain-lain maka jumlah uang yang beredar dalam masyarakat akan menurun

Mata Uang Asing dan Kurs Valuta Asing
A.   Mata uang asing
       Mata uang asing sering disebut dengan valuta asing atau devisa.  Setiap negara mempunyai satuan mata uang yang berbeda.  Namun ada beberapa negar tertentu memaai mata uang yang sama meskipun nilai tukarnya berbeda misalnya mata uang olar digunakan oleh negara Amerika Serikat, Australia, Singapura, Kanada, Hongkong, dan Brunei Darussalam.  Perhatikan mata uang berikut ini.
Tabel mata uang negara-negara di dunia
No
Negara
Mata uang
No
Negara
Mata uang
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
Afganistan
Afrika Selatan
Albania
Aljazair
AS
Arab Saudi
Argentina
Australia
Austria
Bangladesh
Belanda
Belgia
Bolarusia
Brasil
Brunei Darussalam
Bulgaria
Cile
Cina
Denmark
Emirat Arab
Finlandia
Guatemala
Hongaria
India
Indonesia
Inggris
Iran
Irak
Irlandia
Afgani
Rand
Lek
Dinar
Dollar
Riyal
Peso
Dollar
Schilling
Taka
Golden
Franc Belgia
Rubel
Cruzeiro
Dollar Brunei
Lev
Peso
Yuan
Krona
Dirham
Markka
Quetzal
Forint
Ruppe
Rupiah
Poundsterling
Rial
Dinar Irak
Pound

30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58

Israel
Italia
Jepang
Jerman
Kamboja
Korea Selatan
Korea Utara
Kuwait
Lebanon
Libya
Malaysia
Mesir
Filipina
Polandia
Portugal
Perancis
Jerman
Singapura
Sri Lanka
Swedia
Swiss
Taiwan
Thailand
Turki
Uganda
Vietnam
Yaman
Yordania
Yunani
Shekel
Lira
Yen
Deutsche Markel
Won
Won
Dolar
Pound
Pound
Ringgit
Pound
Peso
Zloty
Escudo
Franc
mark
Dollar
Rupee
krona
Franc Swiss
dollar
Baht
Lira
Shilling
Dong
Riyal
Dinar
Drachma


B.    Kurs (Nilai Tukar) Valuta Asing
       Valuta asing atau mata uang asing adalah alat pembayaran luar negeri.  Jika kita mengimpor mobil dari Jepang, kita dapat membayarkannya dengan yen.  Yen bagi kita merupakan valuta asing.  Apbila kita membutuhkan valuta asing, kita harus menukarkan rupiah dengan uang asing yang kita butuhkan.  Perbandingan niali mata uang asing dengan mata uang dalam negeri disebut kurs.  Adapun macam-macam kurs yang sering ditemua di bank atau tempat penukaran uang asing diantaranya:
1)      Kurs Beli, yaitu kurs yang digunakan apabila bank atau money changer membeli valuta asing atau apabila kita akan menukarkan valuta asing yang kita miliki dengan rupiah
2)      Kur Jual, yaitu kurs yang digunakan apabila bank atau money changer menjual valuta asing atau apabila kita akan menukarkan rupiah dengan valuta asing yang kita butuhkan.

3)      Kurs Tengah, yaitu kurs antara kurs jual dan kurs beli 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar